Home Blog

BMW i8 2018 Review First Drive

0

Masa depan kendaraan bermotor perlahan mulai beralih ke era ramah lingkungan, termasuk masa depan sportscar serta supercar. Ini bukan hanya bualan belaka, bukan sekedar mobil prototipe yang terlalu canggih sehingga terkesan mustahil untuk diproduksi massal. Bagi Bayerische Motoren Werke (BMW), mobil sport sudah saatnya beralih ke efisiensi dan ramah lingkungan, dan mereka mewujudkannya dengan melahirkan i8.

BMW i8 adalah mobil plug-in hybrid bertampang futuristis yang sudah diproduksi massal. BMW mampu mewujudkan versi produksi i8 yang tak jauh berbeda dengan versi prototipe-nya. Ini adalah masa depan mobil sport BMW, jika sebelumnya BMW M adalah ‘most powerfull letter in the world’, bukan tidak mungkin BMW i menjadi huruf selanjutnya yang powerful tapi ramah lingkungan.

BMW Indonesia pun memboyong BMW i8 ke Tanah Air dan sudah melakukan penjualan sejak Agustus 2016 lalu. Kini, unit BMW i8 sudah berada di depan saya untuk diuji. Kesan pertama saat berjumpa dengan sportscar ramah lingkungan ini adalah betapa indah lekuk tubuhnya, tampilannya tajam dengan desain yang futuristis.

Eksterior BMW i8

Desain eksterior aerodinamis dan modern, seperti yang ditunjukkan dari desain bodi belakang, antara atap dan lampu belakang terdapat celah lekukan menggantung yang berfungsi untuk mengurangi hambatan angin. Tampilan depannya masih mencirikan sebuah BMW dengan grille-nya yang khas. Lampu utama dan belakang menggunakan sudah menggunakan full LED sebagai standar. Tubuhnya sendiri sudah mengadopsi carbon-fibre-reinforced plastic (CFRP) yang ringan namun kuat. Tak heran bobotnya hanya 1.485 kg.

Interior BMW i8

Di dalam kabin, Anda akan disuguhkan dengan nuansa layaknya berada di dalam sebuah supercar. hampir seluruh bagian kabin diwarnai nuansa biru yang memang menjadi identitas BMW i series. Posisi duduk rendah dengan jok bucket yang berlapis kulit yang disamak menggunakan ekstrak buah zaitun. Ya, BMW pun memikirkan hingga ke dalam kabin agar semua bagian dari mobil ini ramah lingkungan.

Panel instrumen hadir dengan garis datar menunjukkan lebarnya interior i8. Sementara dashboard dan panel tengah dibikin dengan struktur layering agar menimbulkan kesan bertingkat. Di konsol tengah terdapat tombol sistem hiburan iDrive, tombol start/stop dan juga tombol eDrive serta mode berkendara. Layar hiburan lengkap dengan navigasi berukuran 10,25 inci melengkapi fitur di dalam kabin.

Pintu i8 menggunakan model bukaan gulwing, dan untuk masuk ke dalam kabin pun Anda harus meletakkan badan terlebih dahulu baru kemudian kaki. Sedikit merepotkan, tapi itulah konsekuensi yang harus diterima bagi pemilik mobil sport. Posisi duduknya memang rendah namun tetap nyaman.

Mesin dan Performa BMW i8

Begitu menyalakan mesin, tidak terdengar apa-apa, hanya layar panel instrument sudah menyala. Ini berarti baterai yang bekerja. Teknologi plug-in hybrid milik BMW i8 adalah yang pertama kali diterapkan oleh BMW ke dalam sportscar. Tenaga motor listrik digabungkan dengan mesin bensin 3-silinder berkapasitas 1.5 liter turbo.

Ini yang membuat penasaran, mesin tiga silinder dengan kapasitas kecil tapi menggunakan turbo, ditambah dengan tenaga motor listrik. Mesin konvensional ini menggerakkan roda belakang dengan total tenaga mencapai 231 hp dan torsi 230 Nm. Sementara motor listriknya menggerakkan roda depan dengan tenaga maksimum 131 hp dan torsi 250 Nm. Jika digabungkan i8 sanggup melontarkan tenaga sebesar 362 hp dan torsi 570 Nm.

Mode berkendara saat pertama mobil dinyalakan akan otomatis berada di mode Comfort, di mana mobil akan menggunakan tenaga listrik atau mesin bensin sesuai dengan kebutuhan pengemudi atau sesuai dengan kapasitas baterai. Menurut BMW, baterai i8 dapat menempuh jarak hingga 37 km dan bisa mencapai kecepatan maksimal 120 kpj hanya dengan tenaga listrik.

Untuk menghantarkan daya dari motor listrik ke roda depan tersedia transmisi otomatis 2 percepatan, sedangkan mesin bensinnya ditransfer ke roda belakang melalui transmisi otomatis 6-speed. Saat kami mengujinya hingga 100 kpj terbukti mobil melesat tanpa ada suara, hening hanya sedikit sayup-sayup terdengar suara motor listriknya.

Hasrat pun tergugah untuk menguji akselerasi sportscar ramah lingkungan ini. Sayangnya ketika uji akselerasi ternyata mesin bensin secara otomatis menyala ketika pedal akslerator ditekan penuh. Hasilnya sebanyak 362 tenaga kuda pun melesat hingga 100 kpj dalam waktu 4,6 detik. Lumayan, hanya selisih 0,2 detik dari klaim BMW. Mungkin jika menggunakan launch control hasil sesuai klaim ini bisa tercapai. Namun launch control akan bisa maksimal jika mesin bensin sudah mencapai suhu panas yang ideal terlebih dahulu.

Saat menggunakan mode Sport, mesin bensin 3-silinder ini mengeluarkan suara yang relatif lembut. Untuk sebuah mesin 1.500 cc mungkin cukup berkarisma, tapi untuk ukuran mobil sport dengan tenaga 350 hp lebih, suaranya kurang menggugah adrenalin. Padahal menurut BMW, suara yang dihasilkan sudah menggunakan teknologi artifisial dan direkayasa agar mirip dengan mobil sport dengan mesin V8. BMW sadar bahwa suara knalpot adalah elemen penting bagi sebuah sportscar. Meskipun sedikit ada gemuruh dari knalpot namun tetap saja masih lebih merdu suara yang dihasilkan oleh BMW M. Tampaknya absennya suara knalpot menggelegar ala sportscar itulah yang harus Anda relakan untuk ditukar dengan teknologi canggih hybrid.

Namun selain itu, kami menyukai pengendalian i8 yang tajam dan lincah saat diajak bermanuver seperti mobil sport BMW lainnya. Bobot lingkar kemudinya terasa pas, dan memiliki harmonisasi dengan ban saat harus merespon dengan putaran tangan Anda. Mobil ini cukup nyaman bagi sebuah sportscar dan bisa melaju di kecepatan rendah dengan tenang.

Begitu juga dengan posisi duduk sempurna, asal Anda memilik postur tubuh yang ideal, karena agak sulit bagi Anda yang berpostur besar untuk akses keluar masuk kabin. Bangku belakangnya pun lebih baik Anda gunakan untuk menyimpan barang atau hanya untuk anak kecil.

BMW i8 ini merupakan salah satu masa depan dari sportscar. Kencang, pengendalian tajam namun tetap ramah lingkungan dan efisien terhadap bahan bakar. Satu hal yang harus Anda cemaskan adalah ground clearance rendah plus overhang panjang membuat harus ekstra waspada saat mengendarainya di permukaan jalan yang beragam. Selebihnya silahkan nikmati kecanggihan teknologinya dan juga kesunyian motor listriknya.

Spesifikasi BMW i8

  • Harga Rp 3,499 miliar (OFR)
  • Mesin Bensin 1.499 cc, 3-silinder turbo, motor listrik (96kW)
  • Tenaga 362 hp
  • Torsi 320 Nm (mesin), 250 Nm (motor listrik)
  • Transmisi otomatis 2-speed (FWD), otomatis 6-speed (RWD)
  • Akselerasi 0-100 kpj 4,6 detik
  • Dimensi 4.689×1.921×1.297 mm Wheelbase 2.800 mm

Toyota C-HR 1.8 Hybrid 2018 Preview

0

Bila disebutkan sebuah mobil sebagai Coupe, High-Rider (C-HR), tentunya Anda mengharapkan akurasi dari kedua elemen tersebut. Namun biarkanlah Toyota menyuarakan karyanya yang tidak konvensional, logis, ataupun sejalan dengan aturan. C-HR – dengan disain hatchback lima pintu barunya yang mainstream – memiliki garis kaca belakang yang melandai dan memiliki tinggi satu jengkal lebih tinggi dari hatchback Auris. Namun Ia bukanlah sebuah GT86 SUV.

Apakah anda ingat dengan Auris? Pastinya Anda ingat. Pengganti Corolla? Bersaing dengan Ford Focus, Volkswagen Golf, hal-hal seperti itu? Tidak? Sudahlah, namun Anda masih dapat membelinya walau tidak banyak yang melakukan itu, mungkin uangnya digunakan untuk hal lainnya. Seperti sesuatu yang berbentuk crossover. Karena apabila Anda ingin hatchback mainstream yang baru laku di pasar Eropa, Anda perlu membuat sesuatu yang kami rasa diperuntukkan bagi pasar yang sempit.

C-HR sudah sangat jelas merupakan salah satunya. Toyota hanya menargetkan untuk terjual tidak lebih dari 100.000 unit saja dalam setahun di Eropa, yang mana merupakan pasar satu-satunya yang Toyota harapkan, sebelum diperkenalkan ke daerah lain dan akhirnya yang menginginkannya juga. Setelah itu, baru C-HR akan dijual di Jepang serta beberapa daerah di Asia, hingga kemudian daerah-daerah yang lainnya.

C-HR hanya akan ditawarkan dengan mesin bensin atau paduan mesin bensin dengan listrik. Bahkan untuk Toyota sendiri hal ini sedikit mengejutkan, namun sepertinya tidak perlu terkejut. Sudah lama Toyota menentukan bahwa kombinasi dari mesin bensin dan listrik – lalu kedepannya hydrogen dengan listrik – adalah masa depan mereka, karena mereka meramalkan bahwa walaupun emisi CO2 kini merupakan faktor yang sangat memengaruhi peraturan mobil baru, situasi ini tidak akan bertahan selamanya. Sebab, kualitas udara nantinya akan menjadi perhatian utama bagi pembuat aturan meskipun kekhawatiran terhadap pemanasan global tak akan pernah berakhir.

Harga Toyota C-HR 1.8 Hybrid

Maka C-HR akan datang dengan mesin bensin 1.200cc turbo (£20.995-£27.995) yang menggerakkan roda depan melalui transmisi manual enam-percepatan, dan tambahan pilihan penggerak empat roda apabila menggunakan transmisi CVT. Atau pun dia dapat dimiliki dengan perpaduan mesin bensin 1.800cc dengan tenaga listrik yang menggerakkan roda depan, mesin yang sama dengan Prius teranyar yang mana menggunakan platform yang sama.

Dengan panjang 4,36 meter, C-HR kurang lebih sama panjangnya dengan Nissan Qashqai (Toyota RAV 4 kini akan lebih besar untuk memberikan celah di jajaran produknya). Permukaan body C-HR memiliki lekukan yang unik dan kaca belakang yang sangat melandai, artinya Ia tidak sebesar Qashqai di bagian dalamnya. Bagasinya 53 liter lebih kecil ketimbang Qashqai, namun orang dewasa dapat duduk dengan nyaman di dalam kabinnya walau garis kaca pintu belakang yang mengangkat membuat kabin belakang terasa sangat sempit.

Namun itu bukanlah permasalahan di bagian depan dimana tak hanya terdapat kaca yang besar (berkat platform yang dibuat untuk pusat gravitasi yang rendah), namun juga terdapat gaya yang radikal ketimbang Toyota lainnya. Jujur, sulit untuk menyadari bahwa Auris dan C-HR berasal dari satu perusahaan yang sama. Finishingnya pun terasa mengagumkan, terasa begitu nyaman di bagian dalamnya.

Pengerjaan desainnya dilakukan di Eropa, dimana terkenal dengan kebutuhan tinggi terhadap barang-barang yang bagus. Termasuk juga pengembangan hampir dari seluruh bagian sasisnya dilakukan di Eropa, seperti di UK dan hampir seluruhnya di Pegunungan Eifel. Karena Toyota, seperti pabrikan lainnya, memiliki markas pengembangan di dekat sirkuit atau di sekitar Pegunungan itu.

Mengenai pengendaliannya, C-HR adalah salah satu mobil yang memerlukan catatan kecil saat mengendarainya kaena kesan berkendaranya tidak dipenuhi dengan kata ‘baik’. Namun pada kenyataannya memang tidak jauh dari itu. Toyota tidak menanggapi feedback pembeli mengenai dinamisme berkendara sebab kebanyakan pembeli Toyota tidak terlalu memperdulikan hal ini. Toyota menginginkan C-HR untuk memiliki performa setara dengan hatchback C-Segment yang ‘baik’. Saya tidak yakin apa perbandingannya. Sebuah Vauxhall Astra mungkin? Hyundai i30? Tentunya sesuatu yang juga tidak terlalu memperdulikan dinamisme berkendara. Maka, Ia memiliki radius putar yang baik, pengendaliannya baik, dan putaran lingkar kemudinya halus.

Tenaga 110,74 hp dari mesin 1.200 cc yang disalurkan melalui transmisi manualnya sangat manis (jangan sebut CVT-nya), namun aksi sebenarnya bagi Toyota adalah hybrid, mencatatkan lebih dari 70 persen porsi penjualan. Mesin ini hanya menghasilkan 94,08 hp, sehingga Anda tidak melihat sebuah mobil yang cepat (0-100 kpj dalam 11 detik). Sistem hybrid Toyota yang pintar, yang mana menggunakan gigi planetary sehingga motor listrik dan mesin bensinnya mampu berputar di kecepatan berapa pun yang diinginkan mobil; sangat efektif.

Sistemnya sama saja dengan apa yang terdapat di Prius. Yang menyenangkan adalah seluruh karakteristik Prius ini dibungkus dengan bentuk dan rasa yang seunik C-HR, sehingga Anda tidak akan terlihat seperti supir Uber namun lebih seperti mereka yang memiliki gaya hidup yang aktif. Inilah yang membuatnya semakin menarik.

Spesifikasi Toyota C-HR 1.8 Hybrid

Toyota C-HR 1.8 Hybrid Dynamic

Rival dari Nissan Qashqai nampak menarik untuk dilihat dan dikendarai, namun sensasi berkendaranya sangat mudah untuk dilupakan

  • Harga £27.995
  • Mesin 4 silinder, 1798 cc, bensin, ditambah motor listrik
  • Tenaga 94,08 hp @ 5.200 rpm
  • Torsi 143,1 Nm @ 3600-4000 rpm
  • Transmisi CVT
  • Berat kosong 1420 kg
  • 0-100 kpj 11 detik
  • Kecepatan maks 168 kpj
  • Konsumsi BBM 31,58 km/l
  • Emisi CO2 86 g/km

Daihatsu Sigra R Deluxe AT 2018 Review First Drive

0

Astra Daihatsu Sigra,LCGC MPV punya prospek bagus di Indonesia. Desainnya menarik, harganya terjangkau, fleksibilitas tinggi, dan perangkat keselamatannya memadai. Dimensinya boleh jadi lebih lebih kecil Xenia, namun memberikan ruang kabin lebih luas dari Ayla. Kali ini kami berkesempatan menguji Astra Daihatsu Sigra R Deluxe AT.

Ruang Kabin Daihatsu Sigra R Deluxe

Ketika kami memasuki kabinnya, jok penumpang baris depan memiliki leg room yang memadai. Posisi tuas transmisi yang menyatu dengan dashboard serta tuas rem tangan ditempatkan rendah di bagian bawah konsol tengah, memaksimalkan ruang kaki sekaligus memberi akses keluar masuk kabin yang baik.

Posisi duduk memang terasa sedikit tinggi dan tegak, namun masih nyaman bagi penguji bertinggi badan 178 cm. Ruang kepalanya bahkan masih banyak tersisa. Sayangnya, kemudi belum teleskopik, dan tanpa pengaturan sudut kemiringan. Jadi, Anda harus menyesuaikan tubuh guna mendapatkan posisi mengemudi senyaman mungkin. Visibilitas dari dalam kabin memadai, meskipun kami butuh sedikit penyesuaian untuk mendapakan posisi duduk terbaik. Sementara head rest pengemudi tidak nyaman bagi saya, tetapi ini karena postur tinggi saya.

Duduk di baris kedua sebagai penumpang pun terasa nyaman dengan ruang kaki yang lebih dari cukup untuk mobil di kelasnya. Jika kurang lega, Anda dapat memajukan atau memundurkan jok selain dari memiringkan sandaran, cukup mengejut­­kan untuk mendapati fitur ini di kelasnya. Baris ketiga dapat diak­­­ses dengan mudah dengan meli­­pat jok baris kedua. Memang terasa sempit, namun masih jauh lebih baik dibanding kompetitor.

Fitur Kenyamanan Daihatsu Sigra R Deluxe

Daihatsu Sigra menggunakan Air Circulator di baris kedua. Fungsinya berbeda dengan AC Double Blower yang mana Air Circulator berfungsi sebagai penerus udara yang dihasilkan oleh pendingin suhu kabin di depan ke belakang, kira-kira seperti kipas exhaust pada bangunan yang membuang udara dari dalam ke luar. Saat dicoba, embusan anginnya terasa hingga baris ketiga.

Daihatsu Sigra R Deluxe Mesin dan Performa

Astra Daihatsu Sigra R menggunakan mesin berkode 3NR-VE, 1.197 cc, 4-silinder Dual VVT-i dengan daya 87 hp pada 6.000 rpm dan torsi 108 Nm yang tersedia pada 4.200 rpm. Rasa berkendara rata-rata baik dengan bobot putar kemudi terasa pas dan tingkat presisi yang cukup sesuai. Radius putarnya pun terbilang kecil dengan angka 4,5 meter sehingga mendukung pengendalian dinamis di perkotaan maupun saat parkir. Bantingan suspensi terasa lebih baik dibanding kedua saudaranya, dan lebih stabil ketimbang Xenia, yang disebabkan oleh stabilizer dan dimensi lebih kecil.

Saat perjalanan kembali ke BSD, saatnya saya menjajal transmisi otomatis di tol Jagorawi. Sayangnya konvoi kendaraan tidak mengizinkan kami berlari kencang, namun cukup untuk merasakan cruising santai dengan sesekali berakselerasi lebih cepat. Transmisi otomatis terasa kurang sigap merespon input dari kaki, walaupun masih dalam batas wajar. Sigra juga tawarkan fitur sensor depan, Dual SRS Air Bag, rem ABS, dan Eco Indicator pada panel instrumen yang membantu berkendara lebih hemat bahan bakar.

Sayang saya tak sempat mencoba kemampuan menanjak Sigra bertransmisi otomatis 4-percepatan, namun seharusnya tidak ada masalah. Begitu pula saat melalui jalanan tak rata dengan berbekal ground clearance 180 mm.

Kesimpulan kami, Sigra menawarkan ruang lebih untuk dinikmati, mesin baru, dan harga bersaing, Daihatsu Sigra jelas menjadi pilihan baru yang sangat segar di kelasnya.

Spesifikasi Daihatsu Sigra R Deluxe AT

Chevrolet Captiva LTZ 2018 Review First Drive

0

Berbicara mengenai kendaraan medium SUV diesel 7-seater di Tanah Air, Chevrolet lebih dahulu hadir membawa Captiva sebagai pelopor karena kompetitornya masih mengandalkan SUV 5-seater dan dengan mesin bensin. Captiva berbekal mesin diesel yang terkenal sanggup memompa torsi perkasa, plus dorongan dari Variable Geometri Turbo (VGT). Pabrikan asal Amerika ini kemudian menghadirkan Captiva dengan embel-embel All New, di ajang GIIAS 2016. Lantas apa sajakah yang membedakan All New Captiva LTZ dengan model sebelumnya?

Eksterior Chevrolet Captiva LTZ 2018

Sebetulnya baik dilihat dari platform maupun jantung mekanis yang digunakan, sama saja. Untuk penyegaran desain eksterior pada All New Captiva LTZ, menurut kami tidaklah tampak totalitas. Ubahan minor yang paling terlihat adalah tampilan lampu depan yang kini sudah mengusung LED daytime running lights (DRL) yang terintegrasi. Ya, Chevrolet menjoba menghadirkan DRL untuk menyelaraskan tren masa kini, agar mobil terlihat semakin kekinian saat melenggang di jalanan.

Mereka juga sedikit mendandani Captiva pada bagian grille depan, dengan logo bowtie Chevrolet yang khas, ditempatkan pada bagian atas dual port grille-nya. Kalau boleh dibilang, tidak tampak terlihat agresif memang. Ubahan pada sisi interior juga tak terlihat heboh. Atmosfirnya kurang lebih sama dengan Captiva sebelumnya.

Interior Chevrolet Captiva LTZ 2018

Namun yang cukup menarik, All New Captiva kini menggenggam fitur entertainment MyLink terbaru milik Chevrolet, menawarkan konektivitas antara Anda dan kendaraan. Ketika mencobanya, pengguna dapat merasakan pola berkomunikasi dalam sebuah kendaraan melalui plug and play Android Auto dan Apple CarPlay, yang dikembangkan secara khusus oleh Google dan Apple.

Aplikasi ini memungkinkan pengendara untuk menampilkan fitur-fitur penting smartphone di layar MyLink sehingga pengemudi dapat berkendara dengan lebih aman. Chevrolet juga menjadi manufaktur pertama secara global yang memperkenalkan fitur Siri Eyes Free dari Apple CarPlay, di antara para inisiator yang menawarkan fitur Android Auto.

Fitur Chevrolet Captiva LTZ 2018

Apakah ada hal yang baru lagi pada All New Captiva? Ada, ternyata Chevrolet membekali SUV anyar ini dengan suguhan fitur keamanan aktif seperti Side Blind Zone Alert dan Rear Cross Traffic Alert. Cara kerjanya, menggunakan radar sensor yang terletak di dalam Captiva untuk memantau lingkungan sekitar, serta memberikan peringatan kepada pengemudi jika ada potensi benturan.

Tak hanya itu, tersedia pula Braking Assist System (BAS), Hill Start Assist (HAS), Hill Descent Control (HDC), Electronic Stability Control (ESC), Traction Control Systems (TCS) serta enam buah airbag. Sebuah kendaraan yang amat aman bukan? Kami pun harus mengakuinya, lantaran setelah uji tabrak, All New Captiva nyatanya mengantongi 5-Star Euro NCAP rating, yang artinya tak perlu diragukan lagi keamanannya.

Penyempurnaan lain, mencakup tampilan meter cluster dengan layar LCD besar untuk menampilkan informasi penting kendaraan. Selain informasi jarak tempuh, konsumsi bahan bakar, serta kecepatan rata-rata kendaraan, indikator juga mampu menampilkan tekanan angin ban dengan fitur tire pressure monitoring system.

Mesin dan Performa Chevrolet Captiva LTZ 2018

Baiklah, lupakan sejenak soal teknologi yang telah disebut di atas. Berlanjut kita bahas performanya. Di bawah kap bersemayam jantung mekanis diesel 2.0L yang menghempaskan tenaga 163 hp dan dorongan torsi melimpah 400 Nm, yang masih dipersenjatai oleh teknologi VGT seperti pendahulunya.

Ketika kami menyalakan mesin bunyinya sangat halus. Dari luar pun gemeretak mesin dieselnya hanya terdengar lirih. Dari dalam juga hanya terdengar sangat sayup, bahkan ketika putaran mesin dinaikkan. Inilah yang kami suka dari dulu. Mesin dieselnya tetap senyap! Langsung saja kami tekan mode sport untuk pengendaraan yang lebih responsif. Sebetulnya pada mode eco pun hembusan tenaga cukup terasa, namun perbedaaanya cukup jauh dibandingkan berkendara pada mode sport.

All New Chevrolet Captiva LTZ yang diuji menggunaka transmisi 6-speed triptonic yang boleh dibilang lembut perpindahannya. Transmisi sanggup mendistribusikan tenaga begitu halus bahkan ketika kaki langsung menancapkan pedal gas dalam-dalam. Saat putaran rendah pun dorongan torsi sangat terasa. Performa yang dimiliki sama seperti dulu yaitu menyenangkan.

Berbincang soal performa, sebetulnya jika disandingkan dengan rival sekelas, Captiva LTZ sebetulnya masih memiliki taring untuk bertarung. Namun untuk desain eksterior, agaknya Chevrolet harus banyak berbenah agar produknya sanggup memikat hati calon konsumen di pasar otomotif Tanah Air.

Sementara untuk ukuran SUV, Captiva LTZ memiliki suspensi yang masuk kategori lembut. Saat kami coba di jalan yang sangat tidak rata, suspensi mampu menterjemahkan sebagai guncangan ringan. Dengan body SUV yang tinggi dan bongsor, gejala limbung tetap dirasakan, namun bisa dikatakan minim dan masih dalam batas normal.

Singkat cerita, soal handling Chevrolet Captiva LTZ ini dapat diandalkan, meski body-nya cukup bongsor. Lingkar kemudi tidak terlalu ringan dan tidak terlalu berat serta memiliki kelebihan yaitu feedback yang sangat baik pada saat Anda harus bermanuver tajam. Nah secara keseluruhan mobil ini memiliki potensi yang besar. Namun kalau kita bicara soal merek, itu sepenuhnya hak konsumen untuk menjatuhkan pilihan.

Spesifikasi Chevrolet Captiva LTZ 2018

harga

Ex-showroom price Rp 439 Juta

Mesin

Bahan Bakar Diesel 1.998 cc
Tenaga 163 hp @ 3.800
Torsi 400 Nm @ 2.000

Transmisi

Tipe automatic
Gearbox 6-speed

Dimensi

Panjang 4.672 mm
Lebar 1.849 mm
Tinggi 1.756 mm

Chassis

Bobot 1.986 kg
Ban 235/50 R19

Konsumsi bahan bakar

Ukuran tangki 65 liter

New Honda Supra GTR150 2018 Lebih Keren dengan Warna Baru

0

PT Astra Honda Motor (AHM) kembali melakukan update kecil pada motor bebek sport kelas 150 cc nya. New Honda Supra GTR150 kini mendapatkan warna dan stripe baru. Warna bodi dan desain stripe baru itu adalah spartan red dan nitric orange serta satu varian warna eksklusif yaitu gun black. AHM mengklaim, warna dan stripe baru ini untuk meningkatkan konsep Grand Touring pada Supra GTR150.

“Honda Supra GTR150 telah membuktikan kemampuan melalui capaian performa saat melaju kencang, stabil di kecepatan tinggi dan nyaman untuk berkendara jarak jauh sepanjang 3.000 kilometer Palangkaraya hingga Makassar pada aktivitas Honda Grand Touring 2016 saat menjelajah Pulau Kalimatan dan Sulawesi,” kata Direktur Marketing AHM Thomas Wijaya.

Thomas menjelaskan model sport cub Honda ini tampil dengan desain agresif melalui proporsi dimensi depan yang merunduk dengan pemusatan beban ke area depan (mass forward proportion). Motor ini tercatat sebagai motor pertama di Indonesia yang mengaplikasikan teknologi layered body cover. Teknologi ini mampu menghasilkan variasi aplikasi warna menjadi lebih beragam dan tampil modern. Tiap lekukan pada model ini terlihat semakin futuristik dan agresif sehingga merefleksikan karakter petualangan yang kuat.

New Honda Supra GTR150 Tampilan

Honda Supra GTR150 2018 yang menjadi pesaing Yamaha MX-King di kelas bebek 150 ini telah dilengkapi berbagai fitur unggulan seperti LED headlight dengan dual layer multireflektor yang mampu memberikan pencahayaan sempurna saat menjelajah. Combine digital panel meter pada model ini memberikan tampilan sporty dan canggih namun tetap memberikan kemudahan informasi kecepatan maupun jarak jelajah pengendara.

Mesin dan Performa New Honda Supra GTR150

Dari sisi performa, model ini berbekal power berlimpah hingga 11,6 kW (15,9 PS) / 9.000 rpm yang menghasilkan pencapaian terbaik di kelasnya dengan kecepatan maksimum 122 kilometer per jam dan akselerasi responsif 10,7 detik untuk jarak 0 – 200 meter.

Dengan performa tinggi yang dihasilkan, New Honda Supra GTR 150 tetap hemat dalam pemakaian bahan bakar dan mampu menjelajah hingga mencapai 42,2 kilometer per liter dengan metode pengetesan EURO 3 berdasarkan metode ECE R40 (EURO 2 : 47,41 kilometer per liter) atau berdasarkan pengujian internal AHM.

Harga New Honda Supra GTR150

Supra GTR150 varian warna sporty hadir dengan 2 pilihan warna dipasarkan dengan harga OTR (on the road) DKI Jakarta Rp 21,55 juta dan warna exclusive dipasarkan dengan harga OTR DKI Jakarta Rp 21,8 juta. Honda menarget penjualan model ini sebanyak 3.000 unit per bulan.

BMW X5 xDrive40e M Sport 2018 Review

0

BMW X5 Hybrid ini pertama kali diboyong ke Tanah Air oleh PT BMW Indonesia di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016. Sayangnya BMW belum berniat untuk memasarkan mobil plug-in hybrid ini secara resmi di Indonesia. Persoalan terbesarnya adalah belum jelasnya peraturan pemerintah mengenai mobil listrik dan hybrid.

Saat ini, satu unit yang telah hadir akan digunakan untuk kepentingan edukasi dan membangun perhatian dari kalangan pemerintah dan masyarakat terhadap teknologi ramah lingkungan. Namun Autocar Indonesia mendapat kesempatan untuk mencoba mobil yang hanya ada satu-satunya di Indonesia ini untuk pengenalan lebih dalam.

Eksterior BMW X5 xDrive40e M Sport 2018

Secara desain, X5 xDrive40e ini tak ubahnya dengan varian X5 bermesin diesel atau bensin. Anda mungkin hanya akan merasakan perbedaan saat melihat ada dua tutup tangki bensin di mobil ini dan juga ketika melihat logo ‘eDrive’ di buritan. Selebihnya semua sama.

Interior BMW X5 xDrive40e M Sport 2018

Di dalam kabinnya ada sedikit perbedaan, karena BMW plug-in hybrid ini memiliki ciri khas dengan warna biru sehingga nuansa di dalam kabinnya ada unsur warna biru. Kemudian ada perbedaan dari hadirnya tombol eDrive di panel tengah dekat mode berkendara. Dari panel instrumen tidak ada yang berbeda, hanya ada gambar baterai untuk menunjukkan kapasitasnya saja.

Mesin dan Performa BMW X5 xDrive40e M Sport 2018

Teknologi plug-in hybrid yang dimiliki oleh X5 ini sama dengan yang ada pada BMW i8. Bedanya pada i8 konsumen yang membeli mobilnya akan diberikan satu wallbox (tempat pengisian baterai) untuk dipasang di rumah. Nah kalau X5 ini tidak dapat, karena ya memang mobilnya juga belum dijual.

Mesin konvensionalnya sendiri dibekali dengan mesin 4-silinder 2.0 liter turbo dengan tenaga maksimal 245 hp dan torsi 350 Nm. Kemudian motor listriknya memiliki tenaga 113 hp dan torsi 250 Nm. Jika digabungkan maka tenaga totalnya mencapai 313 hp dengan torsi 450 Nm.

Pada X5 hybrid ini penggerak rodanya sudah mengadopsi sistem xDrive atau penggerak empat roda melalui transmisi otomatis 8-speed Steptronic. Berbeda dengan i8 yang mesin bensinnya menggerakkan roda belakang sementara motor listriknya menggerakkan roda depan. Pada X5 ini baik mesin bensin dan motor listriknya sama-sama menggerakkan keempat rodanya secara bergantian atau berbarengan.

Mode berkendara untuk eDrive ada tiga yaitu Auto eDrive sebagai mode default untuk kombinasi mesin bensin dan motor listrik sesuai kebutuhan pengemudi dan juga kapasitas baterai. MAX eDrive untuk mode full electric sesuai dengan kapasitas baterai yang tersisa. Terakhir ada SAVE Battery di mana mesin bensin akan selalu menyala untuk menjalankan mobil dan juga mengisi ulang baterai.

Tapi kecanggihan mobil plug-in hybrid BMW ini baterainya bisa diisi ulang di mana saja. Asal ada stop kontak listrik 12V di tembok maka bisa mengisi ulang baterainya. Hanya saja tidak boleh menggunakan sambungan kabel. Untuk sekali pengisian terdapat 3 setelan ampere yang berbeda, semakin besar maka semakin cepat waktu pengisiannya, paling cepat mencapai 3-4 jam. Jika menggunakan Wallbox dari BMW hanya kurang dari 3 jam.

Untuk mode berkendaranya sendiri masih sama ada ECO Pro, Comfort, Sport, dan Sport+. Jika menggunakan ECO Pro, saat coasting mobil akan pindah sendiri ke mode elektrik. Saat menguji kemampuan baterainya, dari kantor BMW Indonesia di The Plaza, Thamrin menuju ke kantor Autocar di jalan TB Simatupang, kami menggunakan mode MAX eDrive. Dengan kondisi awal baterai yang penuh dan situasi lalu lintas yang macet, jarak 13 km ditempuh dengan total waktu perjalanan satu jam. Tapi tidak sekalipun mesin bensinnya menyala, jadi kami sama sekali tidak menyumbang polusi ke langit Jakarta.

Klaim BMW mobil ini bisa berjalan dengan motor listrik sejauh 31 km dengan kecepatan maksimum 120 kpj. Jika jarak dari rumah ke kantor hanya kurang dari 20 km maka bisa-bisa Anda tidak perlu mengisi bensin selamanya dan juga berperan dalam mengurangi polusi. Sayangnya mobil ini belum dijual oleh BMW hanya karena pemerintah kita belum mengerti apa bedanya teknologi hybrid dengan mesin konvensional. Mudah-mudahan edukasi yang diberikan oleh BMW melalui i8 dan X5 hybrid ini dapat memberikan pencerahan bagi pemerintah agar segera merevisi skema pajak bagi kendaraan ramah lingkungan.

Spesifikasi BMW X5 xDrive40i M Sport

  • Mesin Bensin 2.0 liter 4-silinder turbo, motor listrik
  • Tenaga 313 hp (245 hp mesin bensin), (113 hp motor listrik)
  • Torsi 320 Nm (mesin), 250 Nm (motor listrik)
  • Transmisi otomatis 8-speed (AWD)
  • Akselerasi 0-100 kpj 6,8 detik (klaim)
  • Top Speed / Kecepatan maksimal 210 kpj (mesin bensin) / 120 kpj (motor listrik)

Lampu Mobil dan Motor Tidak Standar Bisa Kena Dena Rp 500 ribu

0

Lampu kendaraan Anda tidak pakai standar pabrikan? Baiknya baca hal ini. Peringatan dari Kepolisian, bagi para pengendara mobil dan sepeda motor yang mengganti lampu depan kendaraan bukan standar pabrikan yang menyilaukan bisa kena denda.

Pasalnya lampu aftermarket di luar standar, dapat mengeluarkan sinar berwarna putih terang yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas. Tentu akan berbeda dengan lampu (bersinar putih) dari pabrikan yang sudah mengantongi teknologi tinggi dan memiliki titik fokus lebih baik (tak bias).

Peringatan berlaku juga jika Anda memakai lampu rem belakang dari warna merah menjadi putih/transparan/led. Karena selain membuat silau juga dapat membahayakan pengendara lain. Kepolisian akan menindak dengan memberikan surat tilang dengan denda maksimal Rp 500.000 atau kurungan selama dua bulan.

Aturan tersebut tertuang dalam Undang Undang Negara Republik Indonesia No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 279: Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang dipasangi perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 (Lima ratus ribu rupiah).

Perlu diketahui bahwa pihak pabrikan telah mengatur peruntukan lampu sesuai fungsinya, yang mana lampu depan kendaraan terbuat dari mika berwarna bening sehingga memiliki pancaran cahaya yang memecah dan memudar sebagai fungsi penglihatan jalan ke depan, sedangkan lampu belakang di design kaca mika berwarna merah dan pancarannya redup sebagai fungsi pertanda kondisi kendaraan melakukan pengereman.

Pilihan Motor Bekas di Bawah Rp5 Juta

0

Membeli motor bekas pakai menjadi salah satu pilihan alternatif jika ingin memiliki motor dengan budget terbatas. Bahkan terdapat beberapa motor bekas dengan harga sangat terjangkau di bawah Rp5 Jutaan. Pilihan motor bekas seharga di bawahh Rp5 jutaan terbanyak adalah jenis motor bebek namun beberapa jenis motor matik juga ada. Untuk motor bebek bekas yang banyak dicari antara lain seperti Honda Supra Fit, Honda Astrea Legenda, Honda Revo, Yamaha Vega, dan Yamaha Jupiter. Sementara untuk jenis motor matik adalah Yamaha Mio tahun lama, dan tergantung kondisi motor, mesin dan lama pemaian.

Daftar motor bekas seharga di bawah Rp5 juta.

Motor Bebek
– Honda Supra Fit
– Honda Astrea Legenda
– Honda Revo
– Yamaha Vega
– Yamaha Jupiter
– Suzuki Smash

Motor Matik
– Yamaha Mio (tahun lama)

Motor Sport
– Suzuki Thunder

 

Yamaha MT-15 Meluncur Akhir Pekan Ini

0

MOBILXMOTOR.com – Yamaha memberikan undangan untuk meluncurkan produk baru pada akhir pekan ini. Peluncuran yang akan berlangsung pada tanggal 9 januari 2016 tersebut diperkirakan motor naked Yamaha MT-15 yang sudah meluncur di Thailand pada akhir tahun 2015 yang lalu di pameran Thailand International Motor Expo 2015.

Yamaha MT-15 di Thailand dijual dengan nama M-Slaz dan untuk pasar Indonesia sendiri beredar kabar akan dinamai Yamaha Xabre. Untuk saat ini masih belum ada bocoran harga maupun spesifikasi khusus Yamaha MT-15 untuk pasar Indonesia.

Dan mematok harga dari Yamaha MT-15 yang dipasarkan dengan harga 89.500 Bath atau setara dengan RP 33 juta, maka motor ini lebih maha dibandingkan dengan Yamaha V-Ixion Advance sebesar Rp 10 jutaan, dan bila dibandingkan dengan Yamaha R15 lebih mahal Rp 3 jutaan. Tapi itu bila dibandingkan dengan produk yang dipasarkan di Indonesia. Untuk harga di Indonesia sendiri Yamaha MT-15 tentunya tidak lebih mahal dibandingkan dengan versi full fairingnya, YZF-R15 dan lebih mahal dari Yamaha Vixion, jadi diperkirakan akan dipasarkan dengan harga antara Rp 24 juta hingga Rp 28 juta.