Lampu kendaraan Anda tidak pakai standar pabrikan? Baiknya baca hal ini. Peringatan dari Kepolisian, bagi para pengendara mobil dan sepeda motor yang mengganti lampu depan kendaraan bukan standar pabrikan yang menyilaukan bisa kena denda.

Pasalnya lampu aftermarket di luar standar, dapat mengeluarkan sinar berwarna putih terang yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas. Tentu akan berbeda dengan lampu (bersinar putih) dari pabrikan yang sudah mengantongi teknologi tinggi dan memiliki titik fokus lebih baik (tak bias).

Peringatan berlaku juga jika Anda memakai lampu rem belakang dari warna merah menjadi putih/transparan/led. Karena selain membuat silau juga dapat membahayakan pengendara lain. Kepolisian akan menindak dengan memberikan surat tilang dengan denda maksimal Rp 500.000 atau kurungan selama dua bulan.

Aturan UU Lalu Lintas Terkait Lampu Standar Mobil dan Motor

Aturan tersebut tertuang dalam Undang Undang Negara Republik Indonesia No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 279: Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang dipasangi perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 (Lima ratus ribu rupiah).

Perlu diketahui bahwa pihak pabrikan telah mengatur peruntukan lampu sesuai fungsinya, yang mana lampu depan kendaraan terbuat dari mika berwarna bening sehingga memiliki pancaran cahaya yang memecah dan memudar sebagai fungsi penglihatan jalan ke depan, sedangkan lampu belakang di design kaca mika berwarna merah dan pancarannya redup sebagai fungsi pertanda kondisi kendaraan melakukan pengereman.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here