Bila disebutkan sebuah mobil sebagai Coupe, High-Rider (C-HR), tentunya Anda mengharapkan akurasi dari kedua elemen tersebut. Namun biarkanlah Toyota menyuarakan karyanya yang tidak konvensional, logis, ataupun sejalan dengan aturan. C-HR – dengan disain hatchback lima pintu barunya yang mainstream – memiliki garis kaca belakang yang melandai dan memiliki tinggi satu jengkal lebih tinggi dari hatchback Auris. Namun Ia bukanlah sebuah GT86 SUV.

Apakah anda ingat dengan Auris? Pastinya Anda ingat. Pengganti Corolla? Bersaing dengan Ford Focus, Volkswagen Golf, hal-hal seperti itu? Tidak? Sudahlah, namun Anda masih dapat membelinya walau tidak banyak yang melakukan itu, mungkin uangnya digunakan untuk hal lainnya. Seperti sesuatu yang berbentuk crossover. Karena apabila Anda ingin hatchback mainstream yang baru laku di pasar Eropa, Anda perlu membuat sesuatu yang kami rasa diperuntukkan bagi pasar yang sempit.

C-HR sudah sangat jelas merupakan salah satunya. Toyota hanya menargetkan untuk terjual tidak lebih dari 100.000 unit saja dalam setahun di Eropa, yang mana merupakan pasar satu-satunya yang Toyota harapkan, sebelum diperkenalkan ke daerah lain dan akhirnya yang menginginkannya juga. Setelah itu, baru C-HR akan dijual di Jepang serta beberapa daerah di Asia, hingga kemudian daerah-daerah yang lainnya.

C-HR hanya akan ditawarkan dengan mesin bensin atau paduan mesin bensin dengan listrik. Bahkan untuk Toyota sendiri hal ini sedikit mengejutkan, namun sepertinya tidak perlu terkejut. Sudah lama Toyota menentukan bahwa kombinasi dari mesin bensin dan listrik – lalu kedepannya hydrogen dengan listrik – adalah masa depan mereka, karena mereka meramalkan bahwa walaupun emisi CO2 kini merupakan faktor yang sangat memengaruhi peraturan mobil baru, situasi ini tidak akan bertahan selamanya. Sebab, kualitas udara nantinya akan menjadi perhatian utama bagi pembuat aturan meskipun kekhawatiran terhadap pemanasan global tak akan pernah berakhir.

Harga Toyota C-HR 1.8 Hybrid

Maka C-HR akan datang dengan mesin bensin 1.200cc turbo (£20.995-£27.995) yang menggerakkan roda depan melalui transmisi manual enam-percepatan, dan tambahan pilihan penggerak empat roda apabila menggunakan transmisi CVT. Atau pun dia dapat dimiliki dengan perpaduan mesin bensin 1.800cc dengan tenaga listrik yang menggerakkan roda depan, mesin yang sama dengan Prius teranyar yang mana menggunakan platform yang sama.

Dengan panjang 4,36 meter, C-HR kurang lebih sama panjangnya dengan Nissan Qashqai (Toyota RAV 4 kini akan lebih besar untuk memberikan celah di jajaran produknya). Permukaan body C-HR memiliki lekukan yang unik dan kaca belakang yang sangat melandai, artinya Ia tidak sebesar Qashqai di bagian dalamnya. Bagasinya 53 liter lebih kecil ketimbang Qashqai, namun orang dewasa dapat duduk dengan nyaman di dalam kabinnya walau garis kaca pintu belakang yang mengangkat membuat kabin belakang terasa sangat sempit.

Namun itu bukanlah permasalahan di bagian depan dimana tak hanya terdapat kaca yang besar (berkat platform yang dibuat untuk pusat gravitasi yang rendah), namun juga terdapat gaya yang radikal ketimbang Toyota lainnya. Jujur, sulit untuk menyadari bahwa Auris dan C-HR berasal dari satu perusahaan yang sama. Finishingnya pun terasa mengagumkan, terasa begitu nyaman di bagian dalamnya.

Pengerjaan desainnya dilakukan di Eropa, dimana terkenal dengan kebutuhan tinggi terhadap barang-barang yang bagus. Termasuk juga pengembangan hampir dari seluruh bagian sasisnya dilakukan di Eropa, seperti di UK dan hampir seluruhnya di Pegunungan Eifel. Karena Toyota, seperti pabrikan lainnya, memiliki markas pengembangan di dekat sirkuit atau di sekitar Pegunungan itu.

Mengenai pengendaliannya, C-HR adalah salah satu mobil yang memerlukan catatan kecil saat mengendarainya kaena kesan berkendaranya tidak dipenuhi dengan kata ‘baik’. Namun pada kenyataannya memang tidak jauh dari itu. Toyota tidak menanggapi feedback pembeli mengenai dinamisme berkendara sebab kebanyakan pembeli Toyota tidak terlalu memperdulikan hal ini. Toyota menginginkan C-HR untuk memiliki performa setara dengan hatchback C-Segment yang ‘baik’. Saya tidak yakin apa perbandingannya. Sebuah Vauxhall Astra mungkin? Hyundai i30? Tentunya sesuatu yang juga tidak terlalu memperdulikan dinamisme berkendara. Maka, Ia memiliki radius putar yang baik, pengendaliannya baik, dan putaran lingkar kemudinya halus.

Tenaga 110,74 hp dari mesin 1.200 cc yang disalurkan melalui transmisi manualnya sangat manis (jangan sebut CVT-nya), namun aksi sebenarnya bagi Toyota adalah hybrid, mencatatkan lebih dari 70 persen porsi penjualan. Mesin ini hanya menghasilkan 94,08 hp, sehingga Anda tidak melihat sebuah mobil yang cepat (0-100 kpj dalam 11 detik). Sistem hybrid Toyota yang pintar, yang mana menggunakan gigi planetary sehingga motor listrik dan mesin bensinnya mampu berputar di kecepatan berapa pun yang diinginkan mobil; sangat efektif.

Sistemnya sama saja dengan apa yang terdapat di Prius. Yang menyenangkan adalah seluruh karakteristik Prius ini dibungkus dengan bentuk dan rasa yang seunik C-HR, sehingga Anda tidak akan terlihat seperti supir Uber namun lebih seperti mereka yang memiliki gaya hidup yang aktif. Inilah yang membuatnya semakin menarik.

Spesifikasi Toyota C-HR 1.8 Hybrid

Toyota C-HR 1.8 Hybrid Dynamic

Rival dari Nissan Qashqai nampak menarik untuk dilihat dan dikendarai, namun sensasi berkendaranya sangat mudah untuk dilupakan

  • Harga £27.995
  • Mesin 4 silinder, 1798 cc, bensin, ditambah motor listrik
  • Tenaga 94,08 hp @ 5.200 rpm
  • Torsi 143,1 Nm @ 3600-4000 rpm
  • Transmisi CVT
  • Berat kosong 1420 kg
  • 0-100 kpj 11 detik
  • Kecepatan maks 168 kpj
  • Konsumsi BBM 31,58 km/l
  • Emisi CO2 86 g/km

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here