Mobil kini tidak hanya dipakai sebagai alat transportasi tetapi juga bisa jadi sarana mendapatkan penghasilan. Salah satunya ,elalui kerja sama dengan perusahaan iklan dengan pemasangan iklan di bodi atau kaca mobil. Namun sembarangan memasang stiker iklan di mobil ternyata bisa ditilang.

Pilihan lokasi di bodi mobil bisa di mana saja, seperti pada bagian depan (kap mesin) atau samping bodi mobil, namun yang paling umum adalah pada kaca belakang mobil.

Kerja sama seperti itu biasanya diambil oleh pengemudi taksi online. Taksi online merupakan pilihan terbaik bagi perusahaan iklan, sebab rute yang ditempuh beragam hingga dilihat banyak orang di lokasi yang berbeda-beda.

Bagi pengemudi atau pemilik mobil, tentu keuntungannya mendapat tambahan penghasilan. Namun jangan mau asal tempel saja, ada hal yang perlu diperhatikan dari pandangan keselamatan berkendara. Bahkan jika tidak tahu aturannya, bisa saja ditilang oleh polisi.

Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto menuturkan, stiker iklan yang dipasang di kaca mobil belakang diperbolehkan, asal tidak menutupi pandangan pengemudi ke belakang.

Selain sebagai akses pandangan pengemudi dari spion tengah, kaca belakang juga sebenarnya berfungsi untuk visibilitas pengemudi di belakang melihat ke depan.

Menurut Budi, adapun peraturannya , jangan sampai kadar visibilitasnya kurang 60 persen. Pemasangan iklan pada kaca bisa disetarakan seperti penggunaan kaca film.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here